Kota Cirebon memiliki beberapa tempat wisata, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai asset ekonomi. Namun pengelolaan yang kurang baik, membuat tempat-tempat wisata tersebut tidak dapat di andalkan. Sebut saja Keraton Kasepuhan dan Kanoman, Gua Sunyaragi, Taman Rekreasi Ade Irma Suryani dan Pantai Kejawanan.
Sebenarnya Pantai Kejawanan adalah tempat rekreasi baru di
Beberapa bulan yang lalu Pemerintah Kota Cirebon pernah mengatakan, akan mengelola Pantai Kejawanan, sebagai salah satu tempat kunjungan wisata yang mampu meningkatkan pendapatan daerah. Namun setelah beberapa lama ditunggu, pantai kejawanan memang sudah berubah wujud. Yang dulunya adalah pantai yang sepi, sekarang menjadi pantai yang dipenuhi oleh pengunjung dan di padati oleh pedagang. Dengan kondisi ini, dari jauh pemandangan di Pantai Kejawanan kuranglah menarik, karena landscapenya tertutupi oleh kios-kios yang berdiri berjajar di sepanjang pantai. Ditambah lagi sebuah rumah makan besar yang berdiri melintang menutupi hampir setengah pandangan ke pantai. Memang rumah nakan ini telah berdiri lama sebelum pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Memasuki Pantai Kejawanan seperti memasuki pasar tumpah dengan latar belakang laut. Kita harus menelusuri jalan sempit diantara warung-warung tenda yang berdiri. Jika laut dalam kondisi pasang, jalan sempit tesebut sangatlah becek, karena kondisi Pantai Kejawanan adalah pasir bercampur dengan lumpur.
Setelah melewati warung-warung tenda tersebut, kita tidak akan menemukan lagi hamparan pasir yang dapat dijadikan tempat bermain. Karena hampir semua pasir di pantai ini dipenuhi oleh pedagang, sehingga tidak ada lagi ruangan bagi pengunjung untuk bermain-main di pasir seperti dulu lagi. Memang pasir di pantai ini bukanlah pasir putih. Tetapi pantai tanpa pasir untuk dijadikan tempat bermain, bukanlah tempat yang nyaman untuk rekreasi.
Dari kondisi tersebut, terlihat bahwa pemerintah
Ini adalah satu tantangan tersendiri bagi unsure pemerintahan

Tidak hanya pujagalana saja bos, situs2 yang lain juga sudah tidak terurus dengan alasan tidak ada anggaran, masih adakah dijaman sekarang orang peduli dengan peninggalan2 budaya kita??? apa karena ngurusin update FB aj???
BalasHapus